Secara tidak sadar, manusia sering membandingkan kondisinya saat ini dengan kondisinya beberapa waktu silam.
Seringkali muncul,
“..sepertinya aku lebih nyaman saat ini dibanding dulu..”
atau,
“..ah, dulu aku lebih nyaman. Andai saja..”
Kata “andai” ini bisa jadi sangat mematikan, baik untukku ataupun orang terdekatku.
Kata “andai” bisa membuatku lupa bahwa ada banyak kebaikan lain di luar perspektif diriku. Mungkin, aku lupa bahwa ada orang yang benar-benar mempedulikanku saat ini.
Bayangkan, orang yang mempedulikanku ini memberikan segala (dalam arti yang sesungguhnya) yang dia miliki hanya untuk membuatku bahagia, berkembang, dan hidup. Yang ada dipikirannya, hanya aku. Yang memotivasinya untuk hidup, hanya aku.
Kemudian, aku hanya menganggapnya sebagai sebuah kewajaran atas sebuah tanggungjawab. Aku menganggapnya bukan soal kasih.
Kemudian, aku ber-andai-andai seperti yang kusebut di atas.
Aku melihatnya hancur mengetahui itu.
Tapi satu hal yang aku tahu, dia tidak pernah berhenti melakukan hal yang sama. Karena dia tidak pernah berharap diperlakukan sama, dan aku, bagaimanapun, tidak akan mampu menyamainya.
Imported from my medium post - January 26th 2019