Skip to main content

Posts

Keramaian

Riuh, bising, gerah, memuakkan. Tapi ada yang lebih buruk dari keramaian, aku tidak menemukan diriku di dalamnya. Imported from my tumblr post - February 23rd 2018
Recent posts

Patah Hati

Aku melihatnya hancur berkali kali. Saat ditinggal separuh hidupnya, aku masih sangat muda. Aku tidak paham bagaimana patah hatinya saat itu. Saat ditinggal adiknya yang selalu memberi   support  selepas kepergian separuh hidupnya, aku sudah lebih paham, namun belum cukup dewasa untuk merasakan. Saat ditinggal oleh ibunya (mbahku) yang selalu memberi  support  ketika dia terpuruk, aku sudah cukup dewasa untuk paham dan merasakan apa yang dia rasakan. Aku melihatnya hancur. Walau Ibunya sudah memberikan sinyal bahwa waktunya tidak lama lagi, tetap saja dia belum siap menerima kenyataan itu. Saat aku melihatnya menangis, aku hancur. Entah k e napa, aku merasa bertanggungjawab untuk setiap air matanya yang jatuh. Saat itu, aku merasa takut, bahwa aku akan membuatnya hancur untuk kesekian kalinya. Aku bertekad untuk selalu ada untuknya, menjadi sandaran, dan harapannya untuk tetap hidup dengan bahagia. Mama adalah perempuan paling berarti buatku. Mama mungkin bukan ...

Back

Once, I imagined, how would I live without family. No light, lost. No air, blown. No whisper, silence. Once, I lived, without family. I wasn't me, just empty. No feeling, no thought. Was that the death? Later, will I still alive when no family around me? Imported from my tumblr post - April 6th 2020

Jauh (2)

  Bagian terburuk tentang jauh dari rumah adalah, melewatkan banyak momen bersama orang-orang yang aku cintai. Aku menyesali keberadaanku yang jauh dari mereka. Aku pikir, aku sudah membuat keputusan yang tidak adil. Aku selalu mempertanyakan, apa yang aku dapat setimpal dengan konsekuensi yang aku (dan meraka) dapatkan? Apa iya setimpal? Aku bahkan tidak menemukan alasan untuk bertahan, tidak satupun. Ya Tuhan, aku hampir melewatkan nyawa salah seorang yang aku cintai! Aku bukan tidak bersyukur, tapi menyesal atas diriku, yang tak mampu menimbang konsekuensi itu. Imported from my medium post - October 14th 2019