Skip to main content

"Papa selalu di sini"

Aku melangkah pergi meninggalkan Jakarta.

Saat itu, aku hanya ingin merebah, dan berbaring.

Perjalanan malam itu terasa lebih cepat dari biasanya.

Aku tidak fokus pada jalanan yang gelap, pun tidak pada suara gesekan baja.

Aku hanya fokus memikirkan hal-hal yang membuatku khawatir.

Seketika aku terkejut,

seseorang yang tidak asing, duduk di depanku,

menatapku, diam.

Kemudian tersenyum.

Sontak aku memeluknya,

melepaskan 15 tahun kerinduan.

“Papa masih di sini?”

“Papa selalu di sini”

Semburat senyum teduhnya dan suara dalam yang bijaksana,

identitas yang hampir aku lupakan, mengiringi kata kata itu.

Perasaan lega menyelubungiku,

pelukanku semakin erat.

Namun pelukan itu kemudian menyadarkan aku.

Aku menatap bangku di depanku,

kosong.

Hampa,

dan termenung.

Sudah 14 tahun sejak terakhir dia menyapaku dalam mimpi.

Aku rindu,

tapi Papa selalu di sini.



Imported from my medium post - November 1st 2018