Skip to main content

30 September

30 September 12 tahun yang lalu

Ada tamparan yang merobohkan banyak hal dari seseorang.

Kehilangan seseorang bukan hal mudah. Bisa jadi itu menjadi titik balik, atau malah menjadi titik maksimum dalam kehidupan seseorang yang kemudian turun tanpa naik.

"Andai saja dia masih ada di sini sekarang..." adalah satu dari sekian perandaian yang sering aku ucapkan.
Tapi aku harus sadar, apa yang Tuhan berikan untuk kita, adalah yang terbaik untuk kita dan semuanya.

Sama halnya dengan kehilangan seseorang, setelah 12 tahun, luka itu memang masih terasa. Tapi jika aku melihat kembali hidupku selama 12 tahun terakhir, seakan menjadi obat untuk luka itu.

Aku mengalami banyak hal yang mustahil aku lakukan dengan diriku sebelumnya. Aku juga bertemu dengan banyak orang yang mungkin tidak akan aku temui jika masa lalu tidak begitu. Orang orang yang berjasa atas keadaan diriku yang sekarang.

Dan jika aku berandai andai demikian, seakan aku ingin menghapus hal-hal yang telah aku lalui selama 12 tahun ke belakang. Seakan aku tidak ingin mengalami hal-hal (yang menurutku) luar biasa yang aku lakukan selama 12 tahun ke belakang. Seakan, aku tidak ingin bertemu dengan orang-orang yang berarti buatku selama 12 tahun ke belakang.

Sudah pasti jika diizinkan Tuhan, aku mau dia ada di sini sekarang. Tapi, mustahil.

Bagaimana melawan kemustahilan itu? Tidak bisa selain ridlo kepadaNya. Dan percaya bahwa setiap keputusan dan kejadian atas kehendakNya, adalah sebuah tanda dari sesuatu yang akan menjadi indah pada waktunya. Aamiin.

Selalu ada doa untukmu, sebagai ungkapan rindu yang ingin tersamapaikan.