Skip to main content

Smile :)

Bismillah

Assalamu'alaikum

Halo semuanya. Sebentar lagi lebaran, berarti sebentar lagi selesai bulan Ramadhan 1436H ini. Yang seharusnya kita rasakan adalah sedih. Yang pertama, suasana Ramadhan adalah suasana yang berbeda dibandingkan bulan-bulan lain. Suasananya khas, dan menentramkan. Suasana itu hanya bisa kita dapatkan 1 tahun 1x, maksimal 2x lah. Yang kedua, dan terakhir, belum tentu kita bisa ketemu dengan Ramadhan berikutnya. Klise sih, tapi, ya kenyataannya emang gitu. Kalo pun masih ketemu Ramadhan selanjutnya, belum tentu kita masih bersama dengan orang-orang yang sama, orang-orang yang kita sayang, orang-orang terdekat yang kita cintai, seperti Ramadhan ini. Sudah seharusnya kita selalu bersyukur pada tiap kesempatan yang diberikan Tuhan buat kita. Kesempatan apapun, sekecil apapun itu. 

Dan sebenarnya ngomong ngomong soal Ramadhan, yang mau saya bahas di sini mungkin tidak ada kaitannya sama Ramadhan. Tapi merupakan salah satu bentuk ibadah sunnah. Apa hayoo? Senyum :).
Ada beberapa hadits menyebutkan mengenai keutamaan senyum, ini salah satunya 

"Tersenyum ketika bertemu saudaramu adalah ibadah." (HR Trimidzi, Ibnu Hibban, dan Baihaqi)

Ya senyum merupakan salah satu bentuk ibadah. Ibadah yang sangat sederhana yang seharusnya bisa dilakukan oleh setiap orang pada umumnya, Kok bisa ibadah? Ya, emang kadang sesuatu yang kecil yang mungkin sering dianggap tidak berarti oleh mayoritas orang itu adalah suatu kebaikan. Kebaikan yang bersifat saling menguntungkan. Saling menguntungkan gimana?
Tunggu, apa sih definisi senyum? Senyum adalah suatu tindakan yang ditunjukkan dengan mengangkat kedua ujung mulut sehingga sering memperlihatkan gigi putih orang itu (hahaha). Tindakan itu dilakukan atas dasar keikhlasan dan tanpa paksaan. Tindakan ini juga tidak memiliki arti lain di dalamnya, tidak ada kemunafikan yang tersembunyi secara tersirat. Tindakan tersebut dilakukan oleh seseorang yang ditujukan kepada seseorang lain atau beberapa orang lain. Tapi jangan salah, jika ada seseorang yang senyum tanpa ada orang lain, kita tetep harus memberikan apresiasi. Mungkin dia sedang memberikan senyumnya kepada sesuatu yang tidak bisa orang lain lihat selain dia, kenangan contohnya :).

Oke kembali ke, kok bisa saling menguntungkan?

Sekarang kita memposisikan diri sebagai pihak pertama dulu yang memberikan senyum. Ketika tersenyum, dalam keadaan apapun, kita akan merasakan suatu kepuasan tersendiri. Walaupun awalnya mungkin berat menyiratkan senyum di wajah dalam berbagai kondisi. Misal ketika hati sedang tidak berkenan untuk berbahagia, ketika kita berhadapan dengan orang yang kurang kita suka, ketika kita berhadapan dengan mantan, dll. Tapi percaya deh, ketika kita udah melakukan itu, ada suatu kepuasan tersendiri. Kepuasan itu secara tidak langsung akan mengangkat kebesaran hati kita, entah kondisi hati sedang baik ataupun sedang tidak baik. Ketika kondisi hati sedang baik, hati akan semakin menunjukkan kebaikannya. Namun, ketika kondisi hati sedang tidak baik, senyum bakal mengobati ketidakbaikan hati kita, sekecil apapun itu efeknya pasti kerasa. I swear.
Selain itu dengan tersenyum, kita akan mendapatkan citra yang baik secara personal. Kita akan dipandang sebagai orang yang ramah, yang sumeh, dan baik. Kita tau, sekarang pencitraan adalah kunci utama sukses (red : dapet duit banyak) di dunia terutama Indonesia. Dan itu akan menguntungkan kita dalam bersosialisasi, secara otomatis orang-orang di sekitar kita akan memberikan respek kepada kita. Mereka akan memiliki keinginan untuk mengenal kita sehingga kita tidak perlu bersusah payah membujuk mereka untuk kenal kita. Mereka pun akan sungkan untuk tidak suka kepada kita.

Sekarang kita memposisikan diri sebagai pihak kedua yang menerima/diberikan senyum. Tidak perlu munafik, kita akan merasa dihargai oleh orang tersebut. Itu menandakan bahwa dia menganggap kita sebagai orang. Selain itu, secara otomatis kita akan menarik kesimpulan bahwa dia adalah orang yang ramah dan baik. Dengan begitu, kita akan sangat mau untuk mengenal dia. Dan secara tidak langsung, kita akan merasakan kenyamanan ketika melihat senyumnya :). Nah untuk kondisi hati, akan sangat berarti untuk kita ketika kondisi hati kita sedang dalam keadaan tidak baik namun ada seseorang yang rela memberikan senyumnya untuk kita. Ya itu akan sangat berarti banyak. Kita akan merasa, tetep ada alasan buat kita, untuk tetap tersenyum walapun hati sedang tidak baik, walaupun kondisi sedang tidak berpihak.

Aku pribadi sangat mengagungkan senyum. Ya, aku merasa ketika seseorang memberikan senyumnya, dia menjadi berjuta kali lebih menawan. Aku merasa ada sesuatu yang luar biasa dalam dirinya yang harus digali,
Seperti kata pepatah,
Apa yang orang lain lakukan pada kita adalah cerminan perlakuan kita ke orang lain. 
Jika kita mengharapkan perlakuan yang baik, ya sudah semestinya kita berlaku baik ke semua orang. Jika aku mengharapkan senyum, maka sudah semestinya aku juga menebarkan senyuman. Dan iya, aku selalu mengharapkan senyum. Dan itu adalah senyum yang selalu kau berikan dari hati :) senyum yang menentramkan hati, dan senyum yang memberikan kenyamanan. Jadi mungkin itu adalah alasan mengapa aku sangat sering tersenyum selalu berusaha memberikan senyumku yang terbaik kepada semua orang.

Selalu hargai orang yang tersenyum kepada kita, dan sebarkan senyum terbaik kita selama kita bisa :)

Wassalamu'alaikum.