Bismillah
Assalamu'alaikum
Menjadi seorang mahasiswa Teknik Kimia, sedikit
banyak akan mempengaruhi beberapa fungsi otak . Contohnya adalah
kemampuan mengingat. Siapa bilang di Teknik Kimia cuma hitungan yang
mendominasi, hafalan juga menjadi salah satu metode yang wajib digunakan untuk
bisa sukses melewati mata kuliah tertentu di sini. Hafalan menjadi sebuah momok
bagiku yang notabene sangat lemah dalam hafalan. Apa pengaruhnya? Seharusnya dengan seringnya
penggunaan suatu metode, kita akan semakin fasih dalam menggunakannya, semakin
terbiasa. Tapi itu tidak berlaku buatku. Rasa-rasanya kemampuan menghafal dan
ingatanku menjadi semakin memprihatinkan.
Aku punya cerita tentang efek kuliah di Teknik
Kimia yang telah aku alami. Kejadian ini benar-benar terjadi ketika akhir
semester 1.
Suatu pagi, aku dan teman-teman janjian untuk
nongkrong di Burjo Palm Kuning untuk membicarakan suatu hal. Kami saat itu
berdelapan sedang serius berbincang kemudian pesanan kami datang satu per satu.
Aku yang semula tidak memesan, kemudian ikut memesan karena tiba-tiba jadi
lapar setelah melihat teman-teman makan padahal saat itu aku sudah sarapan,
semudah itu? Iya, aku mudah lapar. Saat yang ditunggu tunggu pun tiba, pesanan aku
dateng. Di tengah perbincangan yang sedang gayeng
salah seorang anggota perkumpulan izin pergi duluan, sebut saja mawar.
Mawar : “Bro,
aku balik dulu ya”
Aku :
“Loh, mau kemana, Maw?”
Mawar : “Mau
servis laptop nih”
Aku :
“Hoo, yaudah, jangan lupa bayar ya, ati-ati”
Dia pun pergi dengan meninggalkan gorengan sisa
dia untuk kami. Obrolan demi obrolan sok serius itu memaksa kami untuk masuk
fokus ke dalamnya. Mungkin salah seorang dari kami ada yang sampai lupa sudah
ambil berapa gorengan atau malah mungkin niatnya mau ambil gorengan malah salah
ambil cabe saking fokusnya. Obrolan itu berakhir dengan satu kesimpulan yang
kemudian memaksa kami berpisah untuk pulang ke tempat tinggal masing-masing. Sedih
sih kami harus berpisah, tapi mau gimana lagi, kenyataan tidak bisa dihindari.
Kalo, jodoh pasti bertemu kok.
Malamnya kami diskusi ulang via LINE, iya kami
punya grup LINE, grup yang mengikuti trend yaitu membentuk gap di angkatan. Tapi,
tiba-tiba aku ingat sesuatu. Aku memecah kekhusyu’an kami dalam berdiskusi.
Aku :
“Btw…”
Bunga : “Kenapa
pal? Langsung aja kalo mau nyatain cinta, jangan lewat line”
Aku :
“Asem, bukan. Aku baru inget kalo aku belum bayar makan tadi pagi di PK”
Melati :
“Parah, mafia burjo lo. Buruan bayar lah, masih buka kan, deket juga sama kost an.”
Aku langsung tancap gas ke burjo Palm Kuning menerjang
hujan dan ratusan banyak polisi tidur di pogung. Sampai di sana aku langsung menuju kasir
Aku :
“A’, nasi orak-arik 1, es teh 1, gorengan 2”
Aa’ PK :
“8rb A’”
Aku :
“Alhamdulillah, makasih ya A’”
Apa yang membuat aku bersyukur? Setelah aku
tatap matanya dalam-dalam, aku yakin Aa’ nya tidak sadar kalo aku belum bayar
makan tadi pagi. Setelah itu, aku langsung keluar.
Bapak Parkir :
“Mas, kok cepet?”
Aku :
“Iya pak, Cuma bayar makan tadi pagi lupa belum bayar”
Bapak Parkir :
“Wah, jarang lo ada orang yang kaya mas, kalo saya gak balik sini mas. Hemat
bensin.”
Aku :
“Hehehe, yaudah Pak makasih ya”
Ada beberapa hikmah yang bisa kita, terutama
aku, ambil dari pengalaman di atas.
- Walaupun
kuliah di Teknik Kimia mendegradasi kemampuan mengingatmu, jangan sampai lupa
bayar makan. Dosa. Makanan yang kamu makan menjadi makanan haram. Lalu, makanan
itu akan menjadi daging dalam tubuhmu, dan itu berarti
kamu haram. Kamu nggak boleh dimakan.kamu hidup dibungkus dengan keharaman. Tapi kalau emang lupa, ya nggak apa-apa kok, asal jangan sering-sering lupa. - Jangan lupa bayar parkir. Iya, aku lupa bayar parkir. Sebenarnya itu bukan salahku, itu salah bapak parkirnya. Beliau ngajak aku ngomong, ya aku jadi nggak fokus dong. Pantes aja pas aku bilang makasih, beliaunya diem. Ya, semoga rezekimu berlipat Pak. Maaf ya
Keterangan :
Mawar, Bunga, Melati : nama samaran temen-temen seperjuangan
Aa' PK : buka Aa' penjahat kelamin, tapi Aa' yang jaga kasir di burjo Palm Kuning
Wassalamu'alaikum