Assalamu'alaikum
Nggak kerasa udah hampir 2 semester aku menjalani kuliah di UGM, universitas impian (red : impianku).
Saat ini, laporan praktikum adalah masa-masa melelahkan, menjijikkan, dan meresahkan bagi mahasiswa jurusan Teknik Kimia UGM semester 2, utamanya adalah laporan resmi. Pada saat yang sama 1 tahun yang lalu, masa-masa ini adalah masa-masa genting bagi calon mantan siswa SMA. Mencari tempat kuliah yang diinginkan adalah prioritas utama. Tapi, kembalikan lagi padaNya.
Keinginan manusia belum tentu sepaham dengan keinginan Tuhan. Tuhan tau segalanya. Tuhan tau apa yang kita inginkan, Tuhan tau apa yang kita butuhkan, dan Tuhan tau apa yang terbaik buat hambaNya. Hendaknya singkirkan dulu ego pribadi dahulu. Renungkan segala bentuk kekhawatiran, kegelisahan, dan keraguan dihadapanNya. Tanpa menaruh prasangka buruk pada Sang Maha Pengasih, sudah tentu segala bentuk keraguan, kegelisahan, dan kekhawatiran akan terjawab. Seketika itu juga.
Kembali tentang pencarian tempat kuliah. Sebenarnya ini adalah masalah klasik tiap siswa SMA menjelang lulus. Mau kuliah dimana? Dan jika ada masalah klasik, maka biasanya penyelesaiannya pun juga klasik. "Belajar, usahakan yang terbaik, berdoa, dan hasil tidak akan berkhianat."
Sebenarnya yang paling menentukan di sini adalah ridlo Allah. Sekeras apapun kita berusaha, jika Allah tidak meridloi, ya sudah. Sekeras apapun keinginan kita, jika Allah tidak meridloi, ya sudah. Jadi carilah yang Allah ridloi. Kita harus usaha. Kita harus peka. Kita harus berdo'a. Karena Allah telah memberikan petunjuknya di sekitar kita. Jadi, mulailah menjadi manusia yang peka untuk dapat menafsirkan segala fenomena yang terjadi. Bisa jadi, petunjuk yang Allah berikan melalui hal yang tidak pernah kita anggap sebagai sesuatu yang penting.
Ya itu sih.
Trus, masalah lain yang dihadapi mahasiswa semester 2 adalah merasa tidak cocok dengan jurusannya sekarang sehingga berusaha untuk enyah dari jurusannya sekarang untuk hijrah ke jurusan lain. Sebenarnya, rasa tidak cocok biasanya hadir karena hal yang dialami, tidak sesuai dengan ekspektasinya. Hey, kita telah buat keputusan. Dengan membuat keputusan, asumsi yang berlaku adalah, kita mampu menjalaninya dengan melawan dan menghadapi resiko-resiko yang ada. Pindah jurusan? Belum tentu hal itu menyelesaikan masalah. Nggak cocok di sini, belum tentu cocok di sana. Malahan, bisa jadi, kita jadi pesakitan di jurusan yang baru tersebut. ujung-ujungnya, nyesel.
Sudah seharusnya kita mensyukuri apa-apa yang Tuhan telah berikan pada kita. Fabiayyi ala i robbikuma tukadziban.
Sengaja dibuat luas.
Wassalamu'alaikum
Nggak kerasa udah hampir 2 semester aku menjalani kuliah di UGM, universitas impian (red : impianku).
Saat ini, laporan praktikum adalah masa-masa melelahkan,
Keinginan manusia belum tentu sepaham dengan keinginan Tuhan. Tuhan tau segalanya. Tuhan tau apa yang kita inginkan, Tuhan tau apa yang kita butuhkan, dan Tuhan tau apa yang terbaik buat hambaNya. Hendaknya singkirkan dulu ego pribadi dahulu. Renungkan segala bentuk kekhawatiran, kegelisahan, dan keraguan dihadapanNya. Tanpa menaruh prasangka buruk pada Sang Maha Pengasih, sudah tentu segala bentuk keraguan, kegelisahan, dan kekhawatiran akan terjawab. Seketika itu juga.
Kembali tentang pencarian tempat kuliah. Sebenarnya ini adalah masalah klasik tiap siswa SMA menjelang lulus. Mau kuliah dimana? Dan jika ada masalah klasik, maka biasanya penyelesaiannya pun juga klasik. "Belajar, usahakan yang terbaik, berdoa, dan hasil tidak akan berkhianat."
Sebenarnya yang paling menentukan di sini adalah ridlo Allah. Sekeras apapun kita berusaha, jika Allah tidak meridloi, ya sudah. Sekeras apapun keinginan kita, jika Allah tidak meridloi, ya sudah. Jadi carilah yang Allah ridloi. Kita harus usaha. Kita harus peka. Kita harus berdo'a. Karena Allah telah memberikan petunjuknya di sekitar kita. Jadi, mulailah menjadi manusia yang peka untuk dapat menafsirkan segala fenomena yang terjadi. Bisa jadi, petunjuk yang Allah berikan melalui hal yang tidak pernah kita anggap sebagai sesuatu yang penting.
Ya itu sih.
Trus, masalah lain yang dihadapi mahasiswa semester 2 adalah merasa tidak cocok dengan jurusannya sekarang sehingga berusaha untuk enyah dari jurusannya sekarang untuk hijrah ke jurusan lain. Sebenarnya, rasa tidak cocok biasanya hadir karena hal yang dialami, tidak sesuai dengan ekspektasinya. Hey, kita telah buat keputusan. Dengan membuat keputusan, asumsi yang berlaku adalah, kita mampu menjalaninya dengan melawan dan menghadapi resiko-resiko yang ada. Pindah jurusan? Belum tentu hal itu menyelesaikan masalah. Nggak cocok di sini, belum tentu cocok di sana. Malahan, bisa jadi, kita jadi pesakitan di jurusan yang baru tersebut. ujung-ujungnya, nyesel.
Sudah seharusnya kita mensyukuri apa-apa yang Tuhan telah berikan pada kita. Fabiayyi ala i robbikuma tukadziban.
Sengaja dibuat luas.
Wassalamu'alaikum