Skip to main content

Mimpi

Bismillah...

Kemarin tanggal 24 Agustus 2013, adalah hari peringatan HUT ke-53 almamater tercintaku SMA Negeri 1 Ponorogo #HUT53SMAZAPO . Dan agenda pertama adalah "Wish to The Sky". Tau nggak? Ya. Kita menulis mimpi-mimpi kita kemudian kita terbangkan bersama balon itu ke angkasa, dengan harapan Tuhan mengabulkan mimpi-mimpi kita. Haha. Lucu ya. Bukankah Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat? Hanya dengan berbisik di dalam palung hati terdalam saja Dia sudah dapat mendengarnya. Seekor amoeba yang bergerak di malam hari tanpa penerangan dari rembulan maupun dari sorot cahaya lampu saja, Dia dapat melihat. Kok sampek menerbangkan mimpi bersama balon. Buang-buang uang buat beli balon, toh nantinya juga bakal jatuh dan gak berguna.

Stop!

Cobalah melihat dari sisi lain. 

Pertama. Hanya dengan berbisik pelan dan bergerak tanpa suara saja Dia Maha Mengetahui, apalagi dengan 'usaha lebih' yang kita lakukan. Atau lebih kerennya dengan menerbangkan mimpi kita bersama balon itu, kita mendeklarasikan mimpi mimpi kita kepadaNya.
Kurang lebih seperti, "Ya Tuhan! Ini mimpiku! Kabulkanlah!" dan berharap mendapat jawaban, "Siap, Kabulkan!"
Tapi ingatlah kawan, 
...mimpi akan tetap mimpi jika hanya bermimpi. Start action!
Jangan hanya berusaha untuk menunjukkan kepada Tuhan kalau, "Ini mimpiku!" Tapi berusahalah untuk mewujudkan mimpimu.
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” (QS 13:11)
Jangan lupa meluruskan niat! Jangan sampai syirik! Hati-hati. Jangan sampai berpikiran dan berniat kalau menerbangkan mimpi bersama balon akan mempermudah jalan kita mewujudkan mimpi. Memang tidak bisa dipungkiri itu bisa terjadi, tapi itu pun atas izin dan ridlo dari Allah.

Kedua, niatkan untuk sedekah. Ya, sedekah kepada penjual balon. Jarang-jarang mereka dapat pesanan sebanyak hari ini kan? Jarang-jarang juga mereka bisa makan seenak hari ini? Memang itu kerja mereka, biar cuma menyandang predikat "Penjual Balon" toh itu adalah pekerjaan Halal.
Kalau soal, "beli balon mubadzir, palingan nanti juga meletus trus sia-sia" itu sama saja dengan "ngrokok sama nggak ngrokok sama aja, sama-sama bakal mati" juga sama dengan "ngapain makan? toh nanti juga laper lagi" sama "ngapain cuci motor, nanti kena becek jadi kotor lagi kan."

Aku lakukan apa yang semua lakukan, menulis mimpi dan menerbangkannya bersama balon. Tapi  hanya sebagian mimpi-mimpiku yang kutulis, tidak semua.

 
Bukankah Allah Maha Melihat? Jadi gak masalah tulisan jelek ini terbang bersama balon, toh sejelek apapun tulisan, Allah masih bisa membacanya. Haha.

Kelas kami menerbangkan balon masing-masing di jalan yang kami lewati untuk jalan santai. Asal kau tau, balon yang kuterbangkan menyangkut di antara dedauan pohon palem. Dan sepertinya dia kesulitan untuk melepaskan diri dari jeratan dedaunan itu. Apa yang kurasa?  

Khawatir kalau mimpiku gak terwujud? Atau mimpiku terlalu 'impossible' untukku? 
 
Tapi semua salah! Aku bukan orang yang gampang percaya tahayul dan semacamnya.Tapi kali ini aku khawatir. Apa yang ku khawatirkan? 

Ya, ketika keinginan kita tidak sesuai dengan keinginan Allah. Aku khawatir Allah tidak meridloi mimpiku. 

Kubiarkan balonku tersangkut di sana, dan meneruskan langkah jalan santai bersama teman-teman. 
Penasaran? Ya! Aku penasaran. Pulang dari sekolah aku coba lewat jalan itu, dan ternyata balonku sudah lenyap. Ada 2 kemungkinan. 1. Balon itu sudah terbang terbawa angin. 2. Meletus karena kepanasan.
Be positive. Aku berharap kemungkinan pertama yang terjadi. 
Ambil hikmahnya. Mungkin dibalik semua kesulitan yang aku alami sejak saat ini merupakan salah satu proses menuju kesuksesan, yaitu terwujudnya mimpiku. Ya, maksud dari tersangkut di dedaunan dan kemudian terbang ke angkasa lepas mungkin itu.

Dan tidak hanya mimpi yang terbang bersama balon itu, tapi harapan akan dikabulkannya mimpi. Ya, harapan. Mimpi tanpa harapan seperti burung tanpa sayap. Mimpimu takkan terwujud jika tak ada harapan di dalam hatimu. Kenapa? Karena dengan harapan, kita akan terus berusaha untuk mewujudkan mimpi kita. Bagaimanapun caranya itu. 



 Believe in your dreams, and that will come true

Selamat Milad SMAN 1 Ponorogo, tetap jaya dan bergelimang prestasi! 

Terimakasih, semoga menginspirasi :) Wassalam.