Skip to main content

Al Kautsar




Bismillah..

Malam ini aku terlena, seperti kehilangan tujuan. Kenapa? Aku pikir aku sedang terlena akan kenikmatan yang Allah berikan padaku hari ini. "fabiayyi ala i rabbikuma tukadziban?" 
Sejak berangkat dari rumah menuju sekolah hingga saat ini tak luput dari nikmatnya. Alhamdulillah.
Apa saja itu?
 

Pertama, hari ini aku puasa Syawal hari ke-3. Setelah sahur ku niatkan untuk mengulang pelajaran kemarin dan review untuk pelajaran nanti. Tapi sebelumnya aku sempatkan untuk mandi pagi, kemudian sholat Subuh baru belajar. Sekitar pukul 06.00, kantuk menjalar ke mataku. Okelah, tidur sebentar gak papa. 30 menit aku tidur kemudian bangun pukul 06.30. Santai, ya, rasanya tadi pagi aku santai seperti tak punya beban. Sekolah masuk pukul 07.00 dan dari rumahku sampai ke sekolah hanya sekitar 5 menit. Prepare yang terlalu santai mungkin ya, tiba-tiba jam menunjukkan pukul 6.55. Padahal cuma ganti pakaian dan sikat gigi. Aku yakin pasti telat. Benar saja, aku sampe sekolah pukul 07.03. Hanya lebih 3 menit, tapi apa boleh buat, telat tetep telat dan konsekuensi harus tetap kuterima. Nama baik yang sedikit tercoreng dan mungkin nilai minus di poin kedisiplinan yang tertera di buku rapor. Alhamdulillah aku masih bisa masuk sekolah mengikuti pelajaran. Semua hal punya sisi positif, dan berpikirlah di sisi tersebut.
Poin yang perlu aku benahi dan perlu benar-benar diperhatikan adalah Manajemen Waktu

Kedua, ketika sampai di kelas, aku bersyukur, guru belum hadir di kelas karena ada perubahan jadwal yang cukup mendadak. Kondisi kelas saat itu sangat stabil walaupun ada tugas tapi mungkin mereka sudah mengerjakan semua. Tak terkecuali aku, pulang sekolah kemarin langsung aku kerjakan tugas itu, pumpung ingat dan niat. Dan ketika guru datang, aku keluarkan buku tugas B. Arab. Astaghfirullah, aku salah memasukkan buku, yang ada di dalam tas adalah buku catatan bahasa Indonesia yang memang sampulnya sama dengan buku catatan dan tugas bahasa Arab. Ya, aku harus jujur sebelum beliau bertanya. Mungkin ini alasan mainstream dan mungkin Sang Guru tidak percaya. Ya paling tidak aku sudah berusaha. Aku kerjakan kembali tugasku dan alhamdulillah diterima. Allah tidak akan menguji hambaNya diluar batas kemampuan. and I always believe that!
Poin penting di sini adalah Ketelitian. Rajin tapi gak teliti, sama saja bohong.

Ketiga, saat jam menjelang istirahat kedua, kami seluruh siswa siswi kelas XII digiring ke aula oleh Pak Waka Kurikulum. Katanya ada tamu dari Jakarta. Mendadak sekali, tak biasanya sekolah mengadakan pertemuan bersama tanpa agenda. Artinya ini penting. 
Aula penuh sesak dengan para siswa kelas XII, kursi pun kurang. Tak ada kursi meja pun jadi. Ya beberapa saat kami menunggu, tibalah mereka, Utusan langsung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Mereka bilang bahwa salah satu dari kami mendapatkan undangan langsung dari Pak Presiden untuk mengikuti acara "Sehari Bersama Presiden". Dan ternyada dia adalah teman satu kelasku, Hanang Ilham Yohana. Subhanallah Alhamdulillah Allahuakbar. Dia dipersilahkan membaca sendiri undangannya dan nafasnya terganggu oleh tangis yang ditahannya. Jujur, aku tahan tangisku, gengsi. Haha. Aku terharu. Sekaligus bangga. Dan ternyata itu adalah salah satu mimpinya yang ia tulis di blognya. "15. Mendapat Undangan Untuk Bertemu Presiden RI tahun 2014" Ya itu mimpinya yang nomor 15, dan itu terwujud sebelum tanggal yang ia harapkan. Fabiayyi ala i rabbikuma tukadziban? Dan boleh anda ketahui kalau dia hanya sekedar iseng daftar dalam acara "Sehari Bersama Presiden" tersebut. Ada salah satu kata-katanya yang sampai saat ini masih terngiang dalam pikiranku, "Kalau saya gak berusaha, mana mungkin mimpiku terwujud." kurang lebih begitu. Aku bangga kawan :).
Sebenarnya aku sudah menuliskan mimpi mimpiku di kertas dan ku tempel dalam kamar, tapi ada satu yang berbeda antara aku dan dia :"Aku takut untuk bermimpi tinggi" Setelah kubaca lagi daftar mimpi mimpiku, aku baru sadar akan hal itu. So poor I am. Kapan-kapan aku foto lembaran mimpiku itu di sini. Tunggu saja. I promise.



Kita semua sama, sama sama punya mimpi, sama sama berusaha, sama sama berdo'a. Tapi kenapa mimpi dia terwujud sedangkan aku tidak belum? Yang membedakan adalah niat, kesungguhan, dan passion.

Yakinlah bahwa kita bisa untuk mewujudkan mimpi besar kita, suatu saat nanti.
Beranilah bermimpi! Karena semua berawal dari mimpi. Tapi mimpi akan tetap mimpi jika hanya bermimpi. Start action!
Poin penting apa di sini? Simpulkan sendiri ya..

Ketiga, sepulang sekolah aku niatkan untuk mencari buku pelajaran ke toko buku. Mencari lo ya bukan membeli. Saat di toko buku, aku bertemu kawanku yang juga sedang mencari buku. Yang kami cari sama, dan sama-sama tidak sesuai harapan. Di toko buku itu kosong. Dan temanku sudah berkeliling di toko buku di kotaku dan hasilnya zonk. Alhamdulillah, aku tidak perlu mengeluarkan bensin lebih banyak lagi bukan? haha :D. Tapi kecewa melanda, harusnya paling tidak hari ini aku dapat buku itu, dan bisa ku beli besok. Karena aku mau ngebut di semester ini untuk menyelesaikan materi UN di pertengahan november. Okelah, mungkin Allah belum meridloi, besok lagi. 
Sampe di rumah, kenikmatan itu hadir lagi, ya saatnya berbuka puasa. Saat itu aku teringat akan buku yang ku pinjam dari kakak kelas. Selesai berbuka, langsung ku cari buku itu di tempat penyimpananku. Dan blam! Ternyata buku itu sama dengan buku yang ku cari. aku saja yang kurang teliti. Tapi aku anggap ini sebagai rezeki dari Allah, kenikmatan yang terus mengalir. Alhamdulillah.

Sebenarnya segala sesuatu yang kita alami dan hadapi adalah bukti cinta Allah pada kita. Entah dalam bentuk kesedihan, kebahagiaan, dll. tapi semua itu bakal berujung kebahagiaan dengan cara kita menghadapinya. Mari selalu panjatkan syukur kita atas segala sesuatu yang kita terima kepada Allah. Tidak perlu menunggu dapat uang, lulus, dsb. untuk bersyukur. Masih diberi kesempatan untuk hidup hari ini saja kita harus bersyukur. Kita dapat bangun dengan sehat dari tidur. Alhamdulillahilladzi ahyana ba’da ma amatana wa ilaihin nusyur, Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkanku setelah mematikanku, dan kepada-Nya-lah kami akan dibangkitkan (dikumpulkan).